
DEPOK – JEJAK KEJAHATAN. Buntut video viral yang menggegerkan media sosial dan menyeret nama Rutan, akhirnya pihak Rutan buka suara dan mengakui ada indikasi pelanggaran!
Dalam keterangan resminya, pihak Rutan menyampaikan telah melakukan *pemeriksaan awal terhadap video yang beredar di media sosial dan menemukan adanya indikasi terkait dugaan pelanggaran sebagaimana yang ramai diperbincangkan.*
Tidak main-main, Rutan langsung mengambil langkah tegas:
1. *Berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pihak kepolisian* untuk mendalami dugaan keterlibatan oknum petugas dalam membantu atau memfasilitasi terjadinya pelanggaran tersebut.
2. Permasalahan tersebut juga telah *dilaporkan kepada pimpinan di tingkat Kantor Wilayah serta Direktur terkait* untuk memperoleh arahan dan menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
3. Selanjutnya, *pemeriksaan akan dilakukan oleh tim gabungan dari Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Ditjenpas, dan pihak Rutan* guna mengurai fakta secara menyeluruh serta memastikan langkah tindak lanjut dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
*RUTAN MINTA MAAF & JANJI SIKAT OKNUM!*
Pihak Rutan turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan evaluasi yang diberikan masyarakat sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Di sisi lain, disampaikan pula *permohonan maaf atas segala kekurangan yang masih terjadi* serta komitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan tugas.
Sebagai bentuk keseriusan, pihak Rutan menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas secara *transparan, responsif, dan bertanggung jawab.*
“Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas pihak Rutan.
Ditegaskan kembali bahwa jajaran pemasyarakatan memiliki komitmen yang kuat dalam *memerangi peredaran gelap narkoba serta menjaga integritas dan keamanan di lingkungan Rutan.*
*DITJENPAS LANGSUNG ACTION – RABU DINI HARI DIPINDAHKAN!*
Gerak cepat dilakukan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). *Pemindahan itu dilakukan Ditjenpas pada hari Rabu (07/10/2026) dini hari.*
*Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas, Tatan Dirsan Atmaja,* mengungkapkan langkah tersebut menyasar *warga binaan berisiko tinggi.*
Langkah pemindahan di dini hari ini adalah SOP untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, HP ilegal, dan praktik lancung di dalam Rutan. Warga binaan yang dianggap menjadi aktor intelektual dalam video viral tersebut langsung dipindahkan ke Lapas super maximum security.
*CATATAN REDAKSI:*
Kami mengapresiasi langkah cepat Ditjenpas dan Kanwil Jabar yang tidak menutupi. Namun masyarakat menunggu bukti, bukan janji:
1. Siapa oknum petugas yang memfasilitasi? Segera pecat dan pidanakan, jangan hanya sanksi etik!
2. Video viral itu soal apa? Soal narkoba, pesta, atau pungli? Buka secara transparan ke publik!
3. Pemindahan warga binaan risiko tinggi kemana? Jangan hanya mindahin masalah dari satu Rutan ke Rutan lain!
Pemindahan binaan ke Nusakambangan sebanyak 313 binaan.
Jika terbukti ada oknum bermain, ini adalah pengkhianatan terhadap seragam dan negara!
WARSIH YUNINGSIH










