Warga Butuh Akses Aman, Tanah Galian Proyek Drainase Justru Menumpuk di Halaman

Warga Butuh Akses Aman, Tanah Galian Proyek Drainase Justru Menumpuk di Halaman

JEJAK KEJAHATAN.COM
DELI SERDANG | STM HILIR — Pengerjaan proyek drainase di kawasan permukiman warga menuai sorotan. Selain pekerjaan fisik drainase, persoalan serius terlihat dari tanah hasil galian yang dibiarkan menumpuk di depan dan sekitar halaman rumah warga.

Tumpukan material tersebut bukan sekadar persoalan pemandangan. Keberadaannya berpotensi menghambat akses keluar-masuk rumah, mempersempit ruang warga, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan.

Bagi warga, halaman dan akses menuju rumah merupakan bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Ketika area tersebut dipenuhi tanah galian, masyarakat harus menghadapi kondisi yang tidak semestinya terjadi selama proyek berlangsung.

Terlebih jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang tidak singkat. Warga yang seharusnya menikmati manfaat pembangunan justru harus berhadapan dengan dampak pekerjaan yang belum ditangani secara optimal.

Persoalan ini semakin menjadi perhatian karena lokasi pekerjaan berada di kawasan permukiman dan tidak jauh dari Kantor Desa Negara Beringin, sekitar 100 meter.

Dengan nilai proyek mencapai sekitar Rp2,56 miliar, masyarakat tentu layak mempertanyakan standar pengelolaan pekerjaan di lapangan. Proyek bernilai besar semestinya tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan keselamatan, akses, kebersihan, dan kenyamanan warga tetap menjadi perhatian.

Pertanyaannya tegas: sampai kapan tanah galian tersebut dibiarkan menumpuk di depan rumah warga? Siapa yang bertanggung jawab memastikan akses dan lingkungan warga kembali tertata?

Pihak pelaksana dan instansi terkait diminta segera memberikan penjelasan serta mengambil langkah konkret untuk menangani tumpukan tanah tersebut agar tidak terus membebani masyarakat.

Pembangunan seharusnya memberi manfaat bagi warga, bukan justru menjadikan halaman rumah mereka sebagai tempat menumpuknya dampak pekerjaan.

Jejakkejahatan.com akan terus memantau perkembangan proyek tersebut dan meminta pihak terkait memberikan keterangan secara terbuka kepada publik. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini