‎120 Nelayan Banyutowo Dibekali Sertifikasi Keselamatan! Bulan Bakti KKP 2026 Hadirkan Donor Darah, Bantuan Sosial hingga Tanam Cemara Laut‎‎.

Pati 03/11/2026 jejakkejahatan.com

“Perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan nelayan terus diperkuat. Melalui program Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan Tahun 2026, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi pusat kegiatan peningkatan keterampilan nelayan, pelayanan masyarakat, serta aksi nyata pelestarian lingkungan pesisir.
‎
‎Mengusung semangat kepedulian terhadap masyarakat pesisir, rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 3–4 November 2026 ini menghadirkan sejumlah program strategis. Mulai dari pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan, pembekalan keselamatan saat melaut, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga aksi bersih pantai dan penanaman cemara laut.
‎
“‎Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2026.
‎
‎Pelaksanaan kegiatan melibatkan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, penyuluh perikanan, pemerintah setempat, pengelola KNMP, serta masyarakat nelayan Banyutowo.120 Nelayan Ikuti Pembekalan Keselamatan dan Sertifikasi Kecakapan.
‎
‎Rangkaian kegiatan hari pertama, Selasa (3/11/2026), dipusatkan di Kantor Pengelola KNMP Pelabuhan Banyutowo. Salah satu agenda utamanya adalah pelatihan kecakapan nelayan yang diikuti sekitar 120 nelayan setempat.‎Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi penting mengenai keselamatan dan keamanan selama menjalankan aktivitas penangkapan ikan di laut.
‎
‎Pembekalan disampaikan oleh Hary, pemateri dari Tegal, yang memberikan pemahaman mengenai berbagai risiko pekerjaan di laut, pentingnya kesiapsiagaan, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
‎
‎Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah istirahat, pelatihan dilanjutkan pukul 13.00 WIB dengan praktik langsung mengenai keselamatan nelayan di lapangan selama kurang lebih satu jam.
‎
‎Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan kebutuhan utama bagi setiap nelayan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, nelayan diharapkan mampu bekerja lebih aman, terampil, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan selama berada di laut.
‎
‎Sebagai bentuk pengakuan atas keikutsertaan dalam pelatihan, peserta juga dipersiapkan memperoleh sertifikat kecakapan nelayan.‎

Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, kegiatan hari pertama juga diwarnai penyaluran bantuan air bersih dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat untuk masyarakat Desa Banyutowo.Bersih Pantai dan Tanam Cemara Laut, Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
‎
‎Memasuki Rabu (4/11/2026), rangkaian kegiatan mencapai puncaknya melalui Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan yang dipusatkan di kawasan KNMP Desa Banyutowo.
‎
‎Berdasarkan agenda panitia, kegiatan diawali dengan registrasi peserta pukul 06.30–07.30 WIB. Selanjutnya, mulai pukul 07.30–08.30 WIB, dilaksanakan aksi bersih pantai dan penanaman cemara laut yang melibatkan panitia serta seluruh peserta.
‎
‎Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian kawasan pesisir.‎Pantai yang bersih dan lingkungan pesisir yang terjaga memiliki peranan penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat nelayan. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan penghijauan kawasan pantai menjadi langkah positif untuk menciptakan lingkungan laut yang lebih sehat dan berkelanjutan.
‎
‎Melalui penanaman cemara laut, kawasan pesisir Banyutowo juga diharapkan semakin hijau dan memiliki perlindungan alami yang lebih baik.
‎
‎”Ada Donor Darah, Cek Kesehatan Gratis hingga Bazar Perikanan.‎Menariknya, puncak Bulan Bakti KKP 2026 di Banyutowo tidak hanya menghadirkan kegiatan untuk nelayan, tetapi juga berbagai pelayanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
‎
‎Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar perikanan, gerai layanan konfirmasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (KKPRL), serta gerai layanan mutu.‎Selain itu, masyarakat juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan diversifikasi produk olahan ikan yang direncanakan melibatkan sekitar 30 peserta.
‎
‎Program ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah sehingga dapat membuka peluang usaha baru dan memperkuat perekonomian keluarga nelayan.
‎
‎Agenda lainnya meliputi pelatihan SKPI, serta pembagian sembako melalui 200 voucher yang disiapkan panitia.‎Beragam pelayanan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya berkaitan dengan hasil tangkapan, tetapi juga menyangkut kesehatan, keterampilan, pengembangan usaha, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
‎
‎Penyerahan 120 Sertifikat hingga Bantuan untuk Nelayan.‎Acara utama dijadwalkan berlangsung pukul 10.30–11.30 WIB. Rangkaian kegiatan meliputi menyanyikan Lagu Indonesia Raya, laporan pelaksanaan kegiatan, sambutan Bupati Pati, sambutan Sekretaris BPPSDMKP, serta penyerahan bantuan dan sertifikat.
‎
‎Berdasarkan agenda yang telah disiapkan, terdapat sejumlah bentuk dukungan bagi masyarakat nelayan, antara lain:120 sertifikat pelatihan kecakapan nelayan.Sertifikat mutu.Bantuan sembako melaut.Fasilitasi asuransi nelayan.Bantuan benih ikan.Sarana pengawasan berupa 10 unit rompi dan 2 unit handy talky (HT),Bibit cemara laut,Sarana pengolahan ikan.
‎
‎Selain penyerahan bantuan, agenda puncak juga dijadwalkan menghadirkan dialog bersama nelayan melalui teleconference dengan Menteri Kelautan dan Perikanan pada pukul 11.30–11.45 WIB.
‎
‎Dialog tersebut menjadi salah satu agenda penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat dan masyarakat nelayan, sekaligus menjadi ruang penyampaian aspirasi mengenai kondisi serta kebutuhan masyarakat pesisir.‎Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan istirahat, salat, serta makan siang (ISHOMA).
‎
‎KNMP Banyutowo Didorong Menjadi Kawasan Nelayan yang Aman dan Produktif
‎
‎Penyelenggaraan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan di Banyutowo menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun sektor perikanan yang lebih maju.
‎
‎Peningkatan keterampilan dan keselamatan nelayan menjadi salah satu kebutuhan mendasar, mengingat aktivitas melaut memiliki risiko tinggi yang membutuhkan pengetahuan, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat.
‎
‎Di sisi lain, pelatihan pengolahan hasil perikanan, bantuan sarana usaha, pelayanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan langkah yang diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas bagi kehidupan keluarga nelayan.
‎
‎Kehadiran berbagai program tersebut juga memperlihatkan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berorientasi pada fasilitas dan aktivitas perikanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan lingkungan.
‎
‎Dengan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, penyuluh perikanan, pengelola KNMP, serta partisipasi masyarakat, Banyutowo diharapkan semakin berkembang menjadi kawasan perikanan yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing.
‎
‎Keselamatan nelayan, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan pesisir merupakan tiga hal penting yang harus berjalan beriringan. Melalui semangat Bulan Bakti KKP 2026, Banyutowo diharapkan menjadi salah satu contoh tumbuhnya kepedulian bersama dalam membangun masa depan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
‎
‎‎Reporter: Ahmad Ridwan
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini