Lansia Korban Bom Molotov Terpaksa “Tidur di Kantor Polisi”, Keluarga Tagih Nyali Penegak Hukum Untuk Tangkap Pelaku!

Lansia Korban Bom Molotov Terpaksa “Tidur di Kantor Polisi”, Keluarga Tagih Nyali Penegak Hukum Untuk Tangkap Pelaku!

Deli Serdang – Menjadikan markas kepolisian sebagai tempat tidur bagi seorang ibu lanjut usia adalah sebuah alarm keras bahwa keadilan sedang tidak baik-baik saja. Sudah lima hari lamanya, Sehat Br. Sembiring (59) terpaksa mengungsi dan tidur beralaskan seadanya di lingkungan Mapolsek Namorambe.

Perempuan paruh baya ini memilih meninggalkan rumahnya yang nyaman demi mencari perlindungan keselamatan. Keputusan memilukan ini diambil setelah kediamannya diteror ledakan bom molotov oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

Di balik malam-malam dingin yang dihabiskannya di kantor polisi, ia memegang satu tekad bulat: hanya akan pulang ke rumah jika para pelaku teror sudah diringkus dan dijebloskan ke penjara.

Kondisi memprihatinkan ini terungkap setelah anak korban, Lamhot Sinaga, mengirimkan rilis resmi yang diterima oleh kru media pada hari ini, Selasa (15/09/2026). Melalui pernyataan tertulis tersebut, pihak keluarga menuntut ketegasan negara dalam melindungi warga sipil.

Negara Tidak Boleh Kalah dengan Pelaku Kejahatan

Suara desakan moral bergema lantang dari pihak keluarga korban. Mereka menegaskan menolak tunduk pada aksi-aksi kriminalitas jalanan yang merusak ketertiban umum di wilayah hukum Kabupaten Deli Serdang.

“Harapan kami sebagai masyarakat, negara tidak boleh kalah dengan para pelaku kejahatan. Pertanyaannya simpel, kapan terduga pelaku dipanggil dan diperiksa?” ujar Lamhot Sinaga dengan nada penuh desakan dalam rilis tertulisnya.

Bagi keluarga, rasa cemas bukan lagi sekadar bayang-bayang, melainkan teror nyata yang merenggut hak dasar mereka atas rasa aman di rumah sendiri.

Kilas Balik Kasus & Dugaan Motif Sengketa Jalan

Peristiwa mencekam ini bermula pada Senin dini hari, 10 Agustus 2026 sekitar pukul 02.30 WIB. Rumah korban yang terletak persis di depan SMA Negeri 1 Namorambe tiba-tiba dilempari bom molotov. Suara pecahan kaca botol disusul kobaran api mendadak muncul di area depan rumah, memicu kepanikan luar biasa bagi seluruh penghuni yang sedang tertidur lelap.

Menyadari nyawa terancam, Lamhot Sinaga langsung bergerak cepat menemani orang tuanya untublk melaporkan insiden percobaan pembakaran tersebut ke Polsek Namorambe pada hari yang sama dengan nomor laporan resmi: LP/B/53/VIII/2026/SPKT/Polsek Namo Rambe/Polresta Deli Serdang/Polda Sumatera Utara dengan nama pelapor Sehat Br Sembiring.

Pihak keluarga menduga kuat aksi teror ini berkaitan erat dengan persoalan sengketa akses jalan menuju kediaman mereka yang sempat viral di media sosial beberapa pekan lalu.

Sebelumnya, akses jalan mereka sempat ditimbun tanah secara sepihak, hingga akhirnya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama Camat Namorambe turun tangan membersihkannya setelah viral. Keluarga mencurigai adanya motif dendam dari pihak tertentu di balik teror bom molotov ini.

Ditempat terpisah, Kapolsek Namorambe ketika diminta tanggapannya terkait hal itu melalui pesan WhatAp, sampai rilis berita naik kemeja redaksi belum juga memberikan tanggapan.

(A.Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini