400 Jalur Tikus Di Perbatasan Kalbar-Malaysia Tak Terawasi, Wakil Ketua Komisi IX DPR Soroti Minimnya Pos Pengamanan

400 Jalur Tikus Di Perbatasan Kalbar-Malaysia Tak Terawasi, Wakil Ketua Komisi IX DPR Soroti Minimnya Pos Pengamanan

Pontianak, Kalimantan Barat, http://www.jejakkejahatanmedia.com – Pengawasan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia menghadapi tantangan serius. Kesenjangan mencolok terjadi antara jumlah jalur pelintasan dan titik pengamanan yang tersedia.

Hal tersebut disoroti Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, saat meninjau kondisi perbatasan Kalbar.

Tercatat terdapat sekitar 400 jalur tak resmi atau jalur tikus yang tersebar di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat menuju Malaysia. Sementara itu, pos pengamanan yang beroperasi hanya berjumlah 52 titik.

“Memang posnya cuma 52, jalur tak resminya ada 400, sehingga tidak mampu untuk mengawasi yang 400 itu,” ungkap Yahya Zaini.

Kondisi ketimpangan tersebut dinilai menyulitkan upaya pencegahan keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara nonprosedural ke Malaysia. Yahya mendorong penguatan sinergi antarinstansi terkait untuk menekan praktik tersebut.

“Kami mengimbau kepada aparat kepolisian, Imigrasi, dan KP2MI untuk melakukan kerja sama mencari cara menurunkan jumlah pekerja migran Indonesia yang berangkat secara nonprosedural ke luar negeri,” ujarnya.

Selain keterbatasan pengamanan, faktor ekonomi dan peluang kerja di Malaysia juga menjadi pendorong sebagian masyarakat memilih melintasi perbatasan melalui jalur tidak resmi.

Yahya menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak cukup hanya dengan penjagaan fisik, melainkan juga perlu pendekatan menyeluruh.

Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan segera menyusun strategi penguatan pengamanan sekaligus memberikan alternatif peluang ekonomi yang layak bagi masyarakat di wilayah perbatasan, agar keberangkatan nonprosedural dapat ditekan secara signifikan.

Jurnalis: Supriadi
Editor: D. Sunardi
http://www.jejakkejahatanmedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini