Kombinasi El Nino & Hujan Picu Keruntuhan – Khozi Hotel Dan Khozi Coffee Di Tepian Sungai Kapuas Meliau AmbrukMeliau, Sanggau, Kalimantan Barat,

Kombinasi El Nino & Hujan Picu Keruntuhan – Khozi Hotel Dan Khozi Coffee Di Tepian Sungai Kapuas Meliau AmbrukMeliau, Sanggau, Kalimantan Barat

jejakkejahatanmedia.com – Rabu, 16 September 2026 – Bagian bangunan Khozi Hotel dan Khozi Coffee, yang berdiri di tepian Sungai Kapuas, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mengalami keruntuhan pada Rabu, 16 September 2026.

Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem: kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang melanda wilayah Meliau, diikuti turunnya hujan yang memperparah kondisi tanah di lokasi tersebut.Kondisi Di LokasiBerdasarkan pantauan langsung dan keterangan di lokasi, area yang runtuh terutama adalah bangunan Khozi Coffee yang berada tepat di pinggir tebing sungai.

Foto-foto di lokasi memperlihatkan struktur bangunan ikut longsor bersama tanah tepian, dengan puing-puing, kayu penyangga, dan sisa bangunan tersebar di sepanjang tebing yang terkikis hingga ke pinggir aliran Sungai Kapuas. Sebagian material bangunan tergelincir ke arah air sungai.

Sementara bangunan utama Khozi Hotel yang berada di bagian belakang masih berdiri, namun posisinya kini berada di tepi tebing yang tidak stabil, sehingga menjadi perhatian serius terkait keselamatan.Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa ini.

Namun kerugian material diperkirakan cukup besar, dengan area usaha Khozi Coffee hancur total.Dugaan Penyebab Keruntuhan – Kombinasi Cuaca & Kondisi TeknisBerdasarkan pengamatan di lokasi dan kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini, terdapat beberapa faktor yang saling berkaitan memicu keruntuhan:1. Kemarau Panjang El Nino – Wilayah Kecamatan Meliau mengalami musim kemarau yang sangat panjang dan kering akibat pengaruh fenomena El Nino.

Kondisi ini membuat tanah di tepian sungai menjadi sangat kering, retak-retak, dan kehilangan daya ikat alaminya. Struktur tanah menjadi rapuh dan mudah tergerus.2. Turunnya Hujan Setelah Kemarau – Beberapa waktu sebelum kejadian, turun hujan di wilayah tersebut.

Air hujan meresap ke dalam celah-celah tanah yang sudah retak, melunakkan lapisan tanah sekaligus menambah beban air di dalamnya. Hal ini mempercepat terjadinya longsor dan pengikisan tebing yang sudah lemah.3. Lokasi Tepat Di Tepian Sungai Tanpa Penahan Yang Memadai – Bangunan berdiri sangat dekat dengan aliran Sungai Kapuas.

Tidak adanya struktur penahan tebing (turap) yang kuat dan memadai membuat tebing sungai terus mengalami erosi, yang diperparah oleh perubahan kadar air tanah akibat cuaca ekstrem tersebut.

Kombinasi ketiga faktor inilah yang akhirnya menyebabkan tebing sungai longsor dan bangunan ikut ambruk.Harapan & Tindak LanjutWarga sekitar berharap pihak pemilik segera melakukan pembersihan puing-puing sisa bangunan agar tidak mengganggu aliran Sungai Kapuas serta tidak menghambat lalu lintas perahu dan kapal di sungai.

Selain itu, perlu dilakukan pengecekan keamanan secara menyeluruh terhadap bangunan utama Khozi Hotel untuk mencegah keruntuhan yang lebih besar dan mengancam keselamatan.

Pemerintah daerah, melalui instansi terkait, diharapkan segera turun ke lokasi untuk memberikan arahan teknis dan penilaian keamanan bangunan, terutama bagi bangunan-bangunan yang berdiri di kawasan sempadan sungai.

Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang, apalagi di tengah perubahan iklim dan cuaca yang semakin tidak menentu.

Jurnalis: SupriadiEditor: D. Sunardihttp://www.jejakkejahatanmedia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini