Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII Resmi Dibuka, Hadirkan Ribuan Tamu dari Dalam dan Luar Negeri

Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII Resmi Dibuka, Hadirkan Ribuan Tamu dari Dalam dan Luar Negeri

SANGGAU, http://www.jejakkejahatanmedia.com – Semangat melestarikan budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat mewarnai pembukaan Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII Tahun 2026. Acara berlangsung di Keraton Surya Negara Sanggau, pada Rabu, 7 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Melayu Bersatu, Sanggau Maju”.

Pelaksanaan festival tahun ini memiliki cerita tersendiri. Awalnya direncanakan pada September 2026, agenda ini harus ditunda karena Kabupaten Sanggau saat itu menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap. Pertimbangan keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi alasan utama penundaan hingga kondisi dinilai memungkinkan untuk kembali digelar.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan pemberangkatan Pawai Laskar Faradje’ dari Keraton Surya Negara, menyusuri sejumlah ruas jalan utama di pusat Kota Sanggau — meliputi Jalan Pangeran Mas, kawasan Water Front Muara Kantuk, Jalan Mangga, Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kom. Yos Sudarso, Jalan H. Said, hingga Jalan Kartini — sebelum kembali dan berakhir di Keraton Surya Negara.

Di lingkungan Keraton, kemeriahan pawai diiringi hiburan dendang Melayu. Setelah rombongan tiba, dilanjutkan dengan prosesi adat inti Festival Faradje’, yaitu Tolak Ajong dan Tabur Bunga Setaman di Sungai Kapuas Sanggau.

Sekitar pukul 08.00 WIB, dilaksanakan perarakan tamu undangan VVIP dan para Raja-Sultan dari Hotel Grand Narita menuju Keraton, disambut dengan serangkaian prosesi adat: Tepung Tawar, Palang Pintu, Tarian Penyambutan, Penyerahan Keris Pusaka Kalimasani, serta Tarian Persembahan Tapak Sirih.

Puncak acara pembukaan berlangsung pukul 09.00 WIB, ditandai dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya Festival Budaya Faradje’. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan tarian Jepin massal, pembacaan pemenang lomba, hiburan lagu Melayu, serta ramah tamah.

Acara dihadiri oleh Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau Drs. Gusti Arman, http://M.Si., Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, http://M.Si., Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, http://S.Sos., M.H., Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Aloysius, S.H., http://M.Si., Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., serta unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.

Festival ini juga menjadi momentum pertemuan lintas daerah dan negara. Hadir pula para Raja dan Sultan Nusantara, antara lain Karaeng Turikale VIII Maros Brigjen Pol (Purn) Dr. AA. Mapparesa, M.M., http://M.Si., Sultan Mudarasulail Alastam Kiram, serta perwakilan Kesultanan Sambas, Mempawah, Pontianak, Kubu, Landak, Matan, Simpang-Matan, Tayan, Sekadau, Sintang, hingga Palembang Darussalam. Tamu dari Brunei Darussalam juga turut hadir, yaitu Pengiran H. Mohammad Shahrin Ragum bin Pengiran H. Mohammad Samli dan Mohamed Ansari bin Mohamed Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau juga menganugerahkan gelar kehormatan Kerabat Kerajaan Negeri Sanggau kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi. Salah satunya disematkan kepada Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat Brigjen Pol Totok Lisdiarto dengan gelar Putera Paduka Wira Madanasha.

Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau dalam sambutannya menekankan bahwa Festival Budaya Faradje’ bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menjaga dan menghidupkan budaya Melayu. Istilah “Faradje” sendiri bermakna pembersihan atau tolak bala bagi negeri, sebuah tradisi warisan leluhur yang terus dijaga sekaligus menjadi ruang pertemuan, silaturahmi, dan penguatan toleransi antar-suku serta agama di Sanggau.

Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, http://M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia, para pelaku seni dan budaya, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya festival ini. “Kegiatan ini bukan sekadar agenda budaya, tetapi bagian dari upaya menjaga adat, tradisi, seni, nilai kehidupan, dan jati diri daerah kita,” ujarnya.

Ketua Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan, Wali Negeri, dan kaum kerabat Keraton Surya Negara. Festival ini digelar berkat dukungan luas dari Pengurus Cabang MABM di 15 kecamatan serta berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Sanggau — membuktikan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, bukan satu pihak saja.

Pengamanan Sinergi Lintas Instansi

Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengamanan kegiatan budaya merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mendukung kegiatan positif yang memperkuat persatuan.

“Festival budaya merupakan ruang bertemunya masyarakat, tokoh adat, pemerintah, generasi muda, dan berbagai elemen lainnya. Karena itu, tugas kami memastikan seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan nyaman, sehingga masyarakat dapat menikmati kegiatan sekaligus mengambil nilai positif dari warisan budaya yang ditampilkan,” ujarnya.

Kapolres juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat yang mengikuti Festival Faradje’ untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama rangkaian kegiatan berlangsung. Ia menilai keberhasilan festival bukan hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga suasana tetap aman, menghormati keberagaman, serta memberikan ruang yang nyaman bagi masyarakat.

“Semangat yang dibawa dalam tema ‘Melayu Bersatu Sanggau Maju’ harus menjadi pesan bersama bahwa keberagaman adalah kekuatan. Mari kita jaga persatuan, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman selama seluruh rangkaian Festival Faradje’ berlangsung,” tegasnya.

Pengamanan festival melibatkan sinergi lintas instansi: Polres Sanggau bersama Kodim 1204 Sanggau, Polsek Kapuas, Satpol PP Sanggau, Dinas Perhubungan Sanggau, BPBD Sanggau, serta kerabat Keraton Surya Negara. Sinergi ini menjadi kunci utama kelancaran festival yang dihadiri ribuan peserta dan masyarakat.

Jadwal dan Ragam Kegiatan

Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII berlangsung selama empat hari, 7 hingga 10 Oktober 2026, dengan beragam kegiatan menarik: Pawai Faradje’, Hadrah, Pemilihan Abo Ina’, Dendang Melayu, Tari Jepin Kreasi, Selumak Panahan Tradisional, Pangkak Gasing, Bersyair, Selumak Perawu, Rompah Tradisional, hingga Penteng Gamus. Festival ini juga menghadirkan pelombongan tradisional, stan UMKM, pertunjukan seni, serta hiburan rakyat sebagai ruang interaksi budaya bagi masyarakat.

Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau sendiri merupakan tradisi dan budaya turun-temurun yang dilaksanakan di Istana Surya Negara Sanggau dan telah menjadi agenda rutin tahunan.

Selamat dan Sukses Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII! Melayu Bersatu, Sanggau Maju!

Jurnalis: Supriadi
Editor: D. Sunardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini