KETUA SATGAS PD II GM.FKPPI SUMUT DUKUNG POLRES KARO TUNTASkan KASUS RUMAH AMBRUK DIKABANJAHE YG DISEBABKAN PROYEK PEMBUATAN PARIT/ SALURAN DRAINASE

KETUA SATGAS PD II GM.FKPPI SUMUT DUKUNG POLRES KARO TUNTASkan KASUS RUMAH AMBRUK DIKABANJAHE YG DISEBABKAN PROYEK PEMBUATAN PARIT/ SALURAN DRAINASE

Akibat Penggalian parit atau saluran drainase di jln lintas jln.mariam Ginting kabanjahe, Rumah ibu talenta br bangun/ adil Sembiring yg juga wanhat SATGAS PD II GM FKPPI SUMUT ambruk dan menjadi korban,Hal ini juga menuai kritik dari ketua PD II GM.FKPPI SUMUT DEDI RIZALDI yg sudah langsung melihat kejadian beserta pengurus saat berkunjung kerumah ibu talenta br bangun/ bapak ADIL SEMBIRING Yg juga wanhat satgas PD II GM.FKPPI SUMUT saat berkunjung ke tanah Karo tanggal 19 Oktober 2026.

adapun kronologis kejadian sebagai berikut:pada tanggal 11 Oktober 2026 ada penggalian parit/saluran drainase didepan rumah dari korban di jalan lintas jalan Mariam Ginting kabanjahe, Kel. Gung negeriKabupaten karosebelum kejadian sudah berulang kali diingatkan kepada supir excavator dan pekerja oleh pemilik rumah, dan masyarakat sekitar yg berada dilokasi agar mereka waspada dan hati hati serta menjaga keselamatan mereka karena melihat jalur korekan mereka sudah melewati jalur dan masuk melewati tanahnya , bahkan sudah mengenai pondase rumah miliknya dan sangat rawan ambruk .

Namun perkataan tersebut terkesan diabaikan dan dibalad dengan ucapan yg tidak membawa solusi dan memberi kesejukan , adapun tanggapan dari para pekerja ialah , aman itu buk , aman itu bang gak bakal runtuh nanti , kalopun dikorek nanti setelah selesai kita cor kembali biar pondasenya makin kuat , kalopun terjadi apa apa kami tanggung jawab’ lagian pengawaspun disini . Ujarnya,Ditanggapi kembali oleh pemilik rumah dengan hal senada dengan anaknya kalo runtuh kalian awas tidak tanggung jawab ya , terlalu gampang kalian berbicara tanpa mempikirkan keselamatan kami yg berada didalam rumah dan dampak dari pekerjaan kalian ini.

Dijawab kembali oleh pekerja , iya bang pengawas pun disini dan pasti gak terjadi apa apa. Selang beberapa menit setelah pembicaraan tersebut sekitar pukul 16.00 wib saat tepat pengorekan oleh alat berat dilanjutkan persis depan tiang bangunan rumah, naas pun tidak terelakkan Dan bangunan tiang,balok gantung bagian depan rumah ambruk dan jatuh beserta atap rumah tersebut hingga ada juga menimpa salah seorang pengawas dari pekerja tersebut. Dan hal tersebut juga terekam video dari ponsel pemilik rumah Pada saat kejadian Para anggotan keluarga,pasien (karena rumah tersebut juga merupakan pengobatan traditional patah tulang) yg berada didalam rumah tersebut panik berteriak dan berhamburan melihat keluar dari dalam rumah, bahkan ada juga pasien yg sedang patah tulang sangkin paniknya spontan bergerak dan merintih kesakitan , selain itu juga menantu dari pemilik rumah yg sedang hamil tua ketika kejadian berada dilantai 2 rumah mendengar suara runtuhan turun cepat melewati tangga yg mengakibatkan perutnya terus sakit selama 2 hari sebelum akhirnya dioperasi dan gagal melahirkan secara normal.

Kejadian ini juga sudah viral dilain menggunakan metode kerja tidak standar, juga dinilai secara ugal ugalan karena mengabaikan keselamatan warga tanpa memikirkan aspek keselamatan struktur dahulu/ sebab,akibat,dampak yg diakibatkan dari pekerjaan yg dikerjakan Bila tak sesuai SOP , salah satunya tidak ada tarik benang serta itulah mengakibatkan galian melewati jalur galian yg seharusnya dan galian menjadi sangat dekat dengan pondasi rumah .

seharusnya mereka punya cara untuk mengantisipasi hal buruk yg terjadi seperti memasang penyangga dinding tanah (sheet pile atau cerocok) sehingga tidak membuat tanah di bawah pondasi kehilangan daya dukung jika terkena getaran alat berat , tidak memasang penahan tanah sementara (shoring) terkesan mengabaikan keselamatan warga.

Dan juga para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan keselamatan kerja seperti helm proyek,sarung tangan,sepatu sesuai standard yg berlaku , Selain itu proyek yg sedang berjalan juga tidak menggunakan plank , serta bahan material yg bertumpuk di badan jalan tidak dibuat spanduk pemberiTahuan bagi pengguna jalan daN sangat rawan kecelakaan melihat jalan tersebut sangat padat pengguna jalan yg melintas dan bila malam hari sangat rawan kecelakaan ditambah lampu jalan yg padam sepanjang jalan.

Instansi berwenang dan pihak berwajib harus serius menanggapi masalah iniJangan hanya menganggap ramai pemberitaan apresiasi terima kasih warga atas pembangunan mengebelakangkan warga yang menjadi korban, bila demikian faktanya nanti disebut dongeng bukan prestasi kerja yg unggul.

Selain pihak kontraktor harus berTanggung Jawab, instansi pemerintah/dinas terkait yang menaungi proyek tersebut memiliki kewajiban untuk mendiskualifikasi serta memberi sanksi, jangan sekedar peringatan karena ini sudah ada yg dirugikan Bila dibiarkan kedepannya bisa sajamenimbulkan masalah yg lebih besar lagi.

jadikanlah masalah ini bahan koreksi kedepan dalam memberi pekerjaan bagi instansi terkait, berikanlah pada pekerja yg dapat bekerja dibidang dari pekerjaan dengan menekankan kepatuhan pada aturan keselamatan pekerja, dan dapat menjamin serta memikirkan solusi dari dampak pekerjaan demi keselamatan warga Demi mutu pembangunan yg baik sebagaimana yg di inginin, jangan ugal ugalan dan asal jadi serta mikirkan untung dari proyek saja.

Silahkan cek TKP, cek kwalitas material,pekerjaan yg dikerjakan kelapanganKita punya bukti dokumentasinya, banyak lapisan antara celah paving block yg satu dengan yg lain dilangkahi plester/ cor nyaAda juga material yg rusak tetap dipasang tanpa diadakan perbaikanBila demikian mutu material yg digunakan tidak akan bertahan lama dan sangat jauh dari kwalitas yg diharapkan.s

elaku sosial control yg baik kami sangat mendukung penuh pembangunan dan kami juga selalu monitor serta kritik bila pengerjaan tidak sesuai SOP & menyalahUjar Dedi Rizaldi ketua satgas PD II GM.FKPPI SUMUT sembari mengatakan jangan marah agar berkat TUHAN senantiasa turun nyata memberkati serta meridhoi semua amal,usaha,pekerjaan kita dimanapun berada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini