Misteri Gedung Koperasi Merah Putih Mbilur Pangadu: Dana Desa Dipotong Rp1 Miliar, Tembok Saja Belum Selesai

SUMBA TENGAH– Program nasional Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Mbilur Pangadu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah, NTT menyisakan tanda tanya besar. Alih-alih memberdayakan warga, proyek ini justru “jatuh dari langit” dan membuat keuangan desa porak-poranda.

‎Hingga 11 September 2026*, bangunan itu belum rampung 50%. Bahkan tembok keliling pun belum selesai. Padahal di desa lain, gedung serupa sudah selesai sejak Juni 2026.

‎1. “Jatuh Dari Langit”: Desa Hanya Disuruh Sediakan Lahan
‎Pemerintah Desa Mbilur Pangadu mengaku hanya diinstruksikan untuk *menyediakan lokasi* dan *bersedia dipotong anggaran Dana Desa APBDes 2026*.

‎Setelah itu? Tidak ada lagi. Masyarakat tidak dilibatkan. Tidak ada sosialisasi. Tidak ada tenaga kerja lokal.
‎”Boleh dibilang bangunan itu jatuh lurus dari langit. Tidak pernah ada urusan dengan masyarakat setempat,” ujar sumber desa.

‎2. Gelap: Tidak Ada Papan Proyek, Tidak Ada Tender
‎Kejanggalan kedua: tidak ada papan tender/papan proyek. Publik tidak tahu siapa kontraktornya, berapa total anggarannya, dan kapan selesai.

‎Ini jelas melanggar asas transparansi dalam UU Keterbukaan Informasi Publik dan aturan proyek pemerintah.

‎Lebih parah, material galian C juga tidak dibeli dari masyarakat lokal. Padahal salah satu tujuan Koperasi Merah Putih adalah menggerakkan ekonomi desa.

‎3. Dana Desa Dipotong Hampir Rp1 Miliar, Aparat Ikut Sengsara
‎Dampaknya langsung ke warga. Menurut informasi, dana desa dipotong hampir Rp1 miliar untuk pembangunan gedung ini.

‎Akibatnya, sisa dana desa Mbilur Pangadu hanya Rp300 juta. Honor Kepala Desa, perangkat, dan lembaga mitra dipotong. Belanja untuk masyarakat dihapuskan.

‎Ironisnya, setelah dipotong besar-besaran, masyarakat justru tidak dilibatkan sama sekali dalam pembangunan.

‎*Paling Dulu Dikerjakan, Paling Terakhir Selesai*
‎*Kepala Desa Mbilur Pangadu, Johanis Dapa Mawu*, membenarkan kejanggalan ini.
‎”Gedung koperasi desa merah putih di desa ini yang paling duluan dikerjakan, tapi kenyataannya sekarang gedung inilah yang lambat diselesaikan atau yang paling terakhir,” katanya di sela Rembuk Stunting, 11 September 2026.

‎Saat diminta keterangan lebih lanjut, Kades enggan. Alasannya: *”Apa lagi tentara yang tangani semua gedung koperasi desa merah putih jadi kita desa tidak tahu menahu”*.

‎*MBG Ikut Gonjang-Ganjing*
‎Kekacauan tidak hanya di Koperasi Merah Putih. Program *MBG – Makan Bergizi Gratis* di Sumba Tengah juga bermasalah.

‎Menurut pantauan, belum ada 1 sekolah pun dari SD sampai SMA/SMK di 1 kabupaten ini yang rutin merasakan MBG. Pernah dicoba di 1 sekolah di Kecamatan Katiku Tana Selatan, namun dikabarkan ada anak yang *keracunan hingga masuk rumah sakit*.

‎*Tuntutan Warga:*
‎Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, Kodim, dan Kejaksaan diminta segera turun. Usut:
‎1.  Siapa pelaksana proyek Koperasi Merah Putih Mbilur Pangadu?
‎2.  Ke mana aliran dana hampir Rp1 miliar dari Dana Desa?
‎3.  Mengapa transparansi dan pelibatan masyarakat diabaikan?

‎Jangan sampai program yang tujuannya menyejahterakan desa, justru menjadi “proyek misterius” yang menyengsarakan desa.

MARKUS M RAWA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini