PRESIDEN PRABOWO TURUN LANGSUNG KE KALBAR: KOMANDO TERPADU DIBENTUK, 1.500 PERSONEL & 6 HELIKOPTER DITAMBAH PADAMKAN KARHUTLA
38.310 Hektare Lahan Terbakar, Kalbar Ditetapkan Krisis Nasional
PONTIANAK – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026 pukul 10.50 WIB, dalam kunjungan kerja darurat untuk memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kini melanda seluruh Pulau Kalimantan.
Langkah ini menegaskan keseriusan pemerintah pusat dalam menanggapi krisis lingkungan yang semakin mengkhawatirkan dan telah melampaui total kebakaran tahun 2025.
Agenda Langsung Presiden di Kalbar
Setibanya di Lanud Supadio, Presiden Prabowo langsung melaksanakan 3 agenda utama:
- Rapat Darurat Posko Satgas Udara: Memimpin rapat terbatas bersama 8 pimpinan kementerian/lembaga pusat, 10 pimpinan pemerintah daerah, serta jajaran TNI, Polri, BNPB, BMKG, dan Basarnas. Dalam arahannya Presiden menegaskan: “Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata.”
- Patroli Udara Langsung: Melakukan pemantauan dari udara menggunakan helikopter untuk melihat langsung titik-titik api dan sebaran kabut asap yang mengepung wilayah Kalbar.
- Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): Memastikan kesiapan kelanjutan hujan buatan yang dijadwalkan kembali oleh BMKG dan BNPB pada 23–27 Agustus 2026.
Data Karhutla Kalbar: 38.310 Hektare Terbakar
Berdasarkan data resmi BPBD Kalbar per 21 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar sejak Januari 2026 telah mencapai 38.310,86 hektare — angka yang sudah melampaui total luas karhutla sepanjang tahun 2025.
Empat kabupaten dengan dampak terbesar:
- Ketapang: 12.443 hektare
- Kubu Raya: 8.614 hektare
- Mempawah: 6.144 hektare
- Sambas: 2.318 hektare
Kondisi diperparah oleh karakteristik lahan gambut yang mendominasi wilayah tersebut — sangat sulit dipadamkan dan menghasilkan asap tebal dalam jumlah besar. Sementara itu, Kabupaten Sanggau dengan 466 titik panas per 21 Agustus juga tetap berada dalam pengawasan ketat.
Komando Terpadu: TNI & Polri Dipasang di Setiap Provinsi Kalimantan
Presiden Prabowo menugaskan khusus kepada pimpinan tertinggi TNI dan Polri agar penanganan berjalan cepat, terpadu, dan serentak. Untuk Kalimantan Barat, komando penanganan berada di bawah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pola serupa juga diterapkan di Kalimantan Tengah, Selatan, dan Timur.
Langkah Konkret yang Diperintahkan Presiden
Untuk mempercepat pemadaman, Presiden mengumumkan penguatan besar-besaran:
- +1.500 Personel Tambahan: Tiga batalyon TNI dari luar Kalimantan mulai didatangkan Sabtu–Minggu ini
- +6 Helikopter Water Bombing: Armada tambahan tiba Sabtu sore untuk memperkuat pemadaman dari udara
- Operasi Modifikasi Cuaca Diperbanyak: Penyemaian awan untuk hujan buatan pada 23–27 Agustus
- Investigasi Ketat Polri: Menindak tegas pelaku pembakaran lahan secara sengaja
- Patroli Darat Diperkuat: Aparat turun langsung ke desa-desa untuk memadamkan api dan mencegah penyebaran kembali
Kesimpulan & Seruan Bersama
Kunjungan langsung Presiden Prabowo ke Kalimantan Barat menandai perubahan skala penanganan Karhutla — dari sekadar tanggap darurat menjadi komando militer-terpadu yang dipimpin langsung oleh pimpinan tertinggi TNI dan Polri di setiap provinsi. Ini bukti bahwa bencana ini sudah dianggap sebagai krisis nasional yang tidak bisa ditunda lagi.
Bagi masyarakat Meliau, Sanggau, dan seluruh Kalimantan Barat: situasi sungai yang keruh kini disertai ancaman api yang menyebar ke 15 kecamatan. Dua krisis, satu akar masalah — kerusakan alam yang terus dibiarkan.
“Kalimantan bukan milik sesaat. Api yang membakar hutannya membakar masa depan kita semua. Mari bergerak bersama — pemerintah, TNI, Polri, dan rakyat — untuk menyelamatkan bumi Kalimantan,” tegas Presiden.
Sumber: Sekretariat Negara RI, ANTARA, BNPB, BPBD Kalbar, Liputan6
Tanggal: 22 Agustus 2026
Lokasi: Pangkalan TNI AU Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat
Jurnalis: Supriadi
Editor: http://D.Sunardi












