Proyek Rehabilitasi Balai Benih Ikan Disketapang Binjai Senilai Rp2,4 Miliar Disorot, Konstruksi Tiang Pagar dan Material di Badan Jalan Dipertanyakan.

Binjai Sumatera Utara 05/11/2026 jejalkejahatan.com

Proyek rehabilitasi Balai Benih Ikan (BBI) Disketapang yang berlokasi di Jalan Letjen Umar Baki, Paya Robah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, menjadi sorotan. Pekerjaan yang menghabiskan anggaran APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2.401.294.539,07 tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan terkait kualitas konstruksi, penempatan material, serta keselamatan masyarakat pengguna jalan

Berdasarkan hasil pengamatan Team media di lokasi pada hari kamis(05/11/2026), ditemukan sejumlah kondisi pekerjaan yang menjadi perhatian, khususnya pada konstruksi tiang pagar dan penempatan material bangunan di sekitar area proyek.

KONSTRUKSI TIANG PAGAR JADI SOROTAN,Salah satu bagian pekerjaan yang menjadi perhatian adalah perakitan besi pada kolom tiang pagar.Secara kasatmata, susunan tulangan pada kolom tersebut terlihat menggunakan enam batang besi.Sementara itu, ukuran rangka tulangan atau keranjang besi juga terlihat relatif kecil dibandingkan ukuran kolom.

“Namun,untuk memastikan apakah susunan tulangan tersebut telah memenuhi standar kekuatan konstruksi, diperlukan pemeriksaan teknis berdasarkan gambar kerja, perhitungan struktur, serta spesifikasi pekerjaan oleh pihak yang berkompeten.

Publik pun berharap konsultan pengawas dan dinas terkait melakukan pemeriksaan langsung agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai dengan ketentuan kontrak,Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi konstruksi dengan gambar perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan

“Bagaimana kemajuan pekerjaan dan mekanisme pengawasan agar proyek senilai Rp2,4 miliar lebih tersebut selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas pekerjaan,”Masyarakat pada dasarnya mengharapkan pembangunan yang berkualitas, transparan, tepat waktu, serta tidak mengabaikan keselamatan lingkungan sekitar.

Anggaran yang bersumber dari keuangan negara harus dipertanggungjawabkan melalui hasil pekerjaan yang sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sebagaimana mestinya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bumi Rhasan Sejati selaku pelaksana proyek dan dinas terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi atas berbagai pertanyaan dan sorotan tersebut.

Warta SANDI Andika

Kaperwil Sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jagan mengambil salin apa pun di konten ini