
JAKARTA — 4 Oktober 2026 — Kurang dari 48 jam setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengeluarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 bertanggal 2 Oktober 2026, merombak 88 perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Polri. Sebanyak 14 jabatan pejabat utama Markas Besar Polri serta 19 Kepala Kepolisian Daerah ikut berganti.
Perubahan menyentuh posisi-posisi paling strategis. Komjen Polisi Asep Edi Suheri yang menjabat Kapolda Metro Jaya dipindahkan menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Posisinya diserahkan kepada Irjen Polisi Dadang Hartanto, yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku .

Di jajaran Mabes Polri, Irjen Polisi Asep Safrudin yang semula Kapolda Kepulauan Riau diangkat menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim). Ia menggantikan Komjen Polisi Syahardiantono yang ditugaskan ke Kantor Staf Presiden. Pergantian juga terjadi di posisi Kabaharkam, Kabaintelkam, Kalemdiklat, hingga Kadiv Propam .
Di lingkungan Polda Metro Jaya, turut terjadi pergeseran di jajaran direksi. Kombes Polisi Iman Imanuddin yang sebelumnya menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya dimutasi sebagai Kepala Bidang Pembinaan Tenaga Pendidik (Kabidbingadik) Sekolah Staf dan Pimpinan Lemdiklat Polri . Posisi Dirreskrimum kemudian diisi oleh Kombes Polisi Imron Ermawan.

Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Johnny Eddizon Isir menyatakan rotasi ini merupakan dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran jajaran pimpinan.
Namun perombakan ini juga dinilai sebagai langkah awal penataan arah kepemimpinan Polri di bawah Suyudi Ario Seto. Saat pelantikan 1 Oktober lalu, Kapolri baru menegaskan komitmen mempermudah pelayanan publik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menegakkan hukum secara adil dan transparan .
Pengamat kebijakan kepolisian menilai pergantian di posisi Kapolda Metro Jaya dan Kabareskrim sangat strategis mengingat kedua jabatan tersebut berhadapan langsung dengan penanganan perkara-perkara besar berskala nasional. Masyarakat kini memantau apakah perubahan pimpinan ini membawa perbaikan nyata, terutama di jajaran kepolisian tingkat bawah yang berinteraksi langsung dengan warga.
Kaperwil Dki Jakarta Media Jejakkejahatan.com












